Diberdayakan oleh Blogger.

Perbedaan Gejala PMS dan Kehamilan

Haid adalah tamu bulanan yang umumnya dirasakan oleh setiap wanita. Saat haid datang, biasanya wanita akan mengalami nyeri yang berlebihan pada bagian perut bawah, pinggang, dan sekitaran punggung. Nyeri saat haid adalah hal yang biasa bagi wanita, karena merupakan gejala normal dari serangkaian Premanstrual Syndrome atau PMS.  PMS disebabkan adanya faktor hormonal karena tidak sempurnanya proses ovulasi yang mengakibatkan tidak seimbangnya hormon estrogen dan progesteron. Gejala-gejala yang biasanya terjadi saat wanita PMS adalah payudara nyeri dan mengalami bengkak, mengalami pusing, kram perut atau nyeri pada perut bagian bawah, perubahan suasana hati, jerawat, sakit, kembung, mengidam makanan, tekanan pada panggul, retensi air, kesulitan berkonsentrasi, depresi, dan kelelahan.

Perbedaan Gejala PMS dan Kehamilan
Gambar : sridianti.com


Ternyata, sebagian besar gejala-gejala tersebut juga terjadi pada wanita di awal kehamilan. Di sisi lain, ketika gejala itu disertai terlambatnya siklus menstruasi, belum tentu menandakan kehamilan, sebab bisa saja itu terjadi karena ketidakseimbangan kadar hormon reproduksi pada wanita tersebut. Kondisi ini menyebabkan wanita yang mengalaminya cenderung bingung menafsirkan kondisi fisik mereka, hamilkah atau PMS.

Meskipun banyaknya gejala yang sangat mirip tersebut, perbedaan yang dapat dijadikan patokan sebenarnya adalah gejala yang dialami payudara. Saat menstruasi, payudara cenderung menjadi lebih sensitif dan nyeri ketika tersentuh, karena kelenjar ASI di dalam payudara membengkak akibat fluktuasi hormon reproduksi. Tapi ketika telah mengalami menstruasi, gejala ini cenderung hilang. Sedangkan saat hamil, payudara mengalami semua gejala yang sama seperti saat menstruasi, dengan tambahan gejala areola berubah warna menjadi lebih gelap, puting payudara terlihat lebih menonjol, dan payudara menjadi sangat sensitif, gejala ini tidak dialami oleh wanita ketika menstruasi.

Haid adalah siklus wanita dan cara tubuh menumpahkan lapisan rahim jika kehamilan tidak terjadi. Haid terjadi untuk melepaskan jaringan tubuh yang tidak lagi berguna bagi tubuh wanita. Jaringan ini berasal dari rahim, tempat bayi berkembang dalam tubuh wanita. 

Menstruasi normal terjadi setiap bulan dan berlangsung rata-rata 3 sampai 7 hari. Gejala yang tidak menyenangkan umumnya menyertai pendarahan vagina terkait dengan periode menstruasi. Banyak yang akan mengalami sakit punggung sebelum atau selama haid. Sakit punggung bukan merupakan tanda awal kehamilan.

Jika kamu memiliki siklus menstruasi yang teratur dan tidak mengalami perubahan besar dalam rutinitas kehidupan, seperti peningkatan mendadak dalam tingkat stres, perjalanan jarak jauh, atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat dalam jumlah besar, maka haid yang telat adalah sangat mungkin merupakan tanda bahwa kamu sedang hamil.

Gejala awal kehamilan yang paling umum, yaitu: melasma, terlambat haid (meskipun bercak dapat terjadi, tetapi harus lenyap dalam satu hari atau lebih), mengidam, kelelahan, pembengkakan, suhu basal tubuh tinggi, perubahan suasana hati, payudara lembut, mual di pagi hari, sembelit, kembung, dan peningkatan Buang air kecil.

Nah, walaupun gejala-gejala antara haid dan kehamilan benar-benar mirip, dengan beberapa variasi seperti haid terlambat, peningkatan buang air kecil, melasma, dan lainnya pada kehamilan, mungkin saja kamu hanya mengalami haid terlambat, dan bukan kehamilan. Namun untuk lebih memastikan, kamu bisa mengeceknya langsung ke dokter kandungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

author
Autor Perempuans
Portal Perempuan Indonesia Yang Memberikan Informasi Seputar Wanita, Gadis, Cewek serta Kegemarannya